Juli 25, 2010

ah, mesin

Entah sejak kapan
aku jatuh cinta pada mesin tik


ia pintar
rajin
sederhana

menarik

ia sangat pandai menulis
namun kurang ahli dalam berkata-kata

dengan ia yang seperti itulah,
aku jatuh cinta




Kami memutuskan untuk menjalin asmara
lalu menikah
memiliki anak
ia masih mesin tik yang paling kucintai.




Tak lama kemudian
ia berubah menjadi laptop


lebih pintar
lebih rajin
jauh lebih menarik
tapi tak lagi sederhana


tidak apa-apa, 
bagiku ia masih mesin tik yang kucintai.




Lalu ia pergi
ke tempat yang jauh
dan ketika kembali
ia bukan lagi laptop



Ia menjadi mesin pencetak uang



MESIN PENCETAK UANG.

kaya.
berkuasa.
semua orang tunduk padanya
mengelu-elukan namanya
menyembah-nyembah di kakinya
menjilati sepatunya 
menuhankannya.

Nyaman karena berada di atas
senang karena menjadi tuhan 
menikmati elu dan sembah semua orang

Ia jadi melupakanku.
Sama sekali.

Ya sudah lah.
Terserah.
 
------------------------------------------------------- 


Dipikir-pikir, ini salahku.
Seharusnya dulu 
aku jatuh cinta pada manusia


bukannya mesin ketik.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar