Juli 25, 2010

ah, mesin

Entah sejak kapan
aku jatuh cinta pada mesin tik


ia pintar
rajin
sederhana

menarik

ia sangat pandai menulis
namun kurang ahli dalam berkata-kata

dengan ia yang seperti itulah,
aku jatuh cinta




Kami memutuskan untuk menjalin asmara
lalu menikah
memiliki anak
ia masih mesin tik yang paling kucintai.




Tak lama kemudian
ia berubah menjadi laptop


lebih pintar
lebih rajin
jauh lebih menarik
tapi tak lagi sederhana


tidak apa-apa, 
bagiku ia masih mesin tik yang kucintai.




Lalu ia pergi
ke tempat yang jauh
dan ketika kembali
ia bukan lagi laptop



Ia menjadi mesin pencetak uang



MESIN PENCETAK UANG.

kaya.
berkuasa.
semua orang tunduk padanya
mengelu-elukan namanya
menyembah-nyembah di kakinya
menjilati sepatunya 
menuhankannya.

Nyaman karena berada di atas
senang karena menjadi tuhan 
menikmati elu dan sembah semua orang

Ia jadi melupakanku.
Sama sekali.

Ya sudah lah.
Terserah.
 
------------------------------------------------------- 


Dipikir-pikir, ini salahku.
Seharusnya dulu 
aku jatuh cinta pada manusia


bukannya mesin ketik.





Juli 19, 2010

Pantai, sebuah kasih tak sampai

Hello there,,

hari ini aku divonis terkena alergi salah satu obat jerawat paling manjur yang pernah kupakai.
yeah, padahal sudah beberapa bulan aku pake itu, dan memang jerawat (yang nggak kapok-kapok juga muncul terus) jadi lebih cepet ilang, tapi ternyata oh ternyata tiba2 aku malah alergi sama obat tersebut.

Alhasil, sekarang mukaku bercak2 merah kayak luka bakar, bahkan mengeluarkan cairan menjijikkan...
karena sudah ke dokter dan sudah dikasih obat jadi lumayan lega. Untung lagi libur, jadi nggak perlu kemana2 dengan muka-siap-ikut-casting-film-horor-ato-jadi-stunt man-orang-kecelakaan ini.

begitulah pikirku lega, sebelum tiba2 datang sms dari salah satu teman lama,
"eh, sar, jumat ato sabtu besok mau main neh! ke pantai nyok~~! ikut y? y?"

JDAAAARRRRRRR (gunung meletus)
DDRRRRRRDDDD (gempa)
KRAAAAAKKKKKK (tanah membuka)

AAAAHHHOOOOOOOOOOOOOOOO~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ (suara jeritan diriku yang terjatuh ke dalam jurang kenistaan)


-----------------------------------------------------------------------------------


pantai!! PANTAI!!
aw mai gawd udah jutaan taun aku nggak ke pantai, dan belakangan ini aku saaaaaaaangaaaaatttt menginginkannya, dan ajakan pun datang! Pucuk dicinta ulam pun tiba!!

TAPI TAPI TAPI TAPI kenapa harus di saat seperti iniiiiiii.....
melihat kondisiku sekarang, aku pesimis jumat besok udah sembuh. Kalopun udah, mungkin masih bahaya buat kena angin, apalagi air laut...

haauuuuuuuu.........ToT

haish, ya sudahlah...pantainya lain kali aja, sekarang yang penting sembuh dulu nih alergi....

doakan saya agar cepat sembuh ya...
dan semoga ajakan ke pantai akan datang lagi...hiks



-pesam noral-
jagalah kesehatan baik2 kapanpun karena kesempatan yang datang padamu itu nggak liat2 waktu
dan pilihlah obat2an dengan bijak, meskipun awalnya terasa manis bisa jadi ternyata belakangan dia mengkhianatimu! aku bahkan bisa mendengarnya berteriak mencemooh "haaahahahaha rasain lu! rasain! emang enak, alergi??!! haahahahaha"
timpuk aja pake hape n*kia jadul yang segede batu bata.


good night 'n sweet dream.

Juli 06, 2010

Permainanmu Mengalihkan Duniaku

Hello there,,

Aku sudah melewati beberapa hari dengan nonton toys story3, beberapa pertandingan dahsyat terutama mega-dahsyat-match Jerman-Argentina yang berakhir 4-0 (euforia saya), dan beberapa kejadian fail akibat muktamar, dll.
Sebenarnya aku ingin menulis semuanya; semua menarik untuk diceritakan, namun apa daya belakangan ini aku disibukkan dengan tiga keluarga kerabat dari Surabaya yang menginap dalam rangka mengikuti muktamar. Aku nggak masalah dengan pakdhe-budheku, masalahnya anak2nya itu lho, masya allah...
.................................................................................
gitu deh. (malas ngingetnya)

Oke, karena masih dalam rangka piala dunia, aku mau menceritakan salah satu tim (yang pernah jadi) favoritku: LIVERPOOL.


Yeah, sejak jadi penggemar bola aku tanpa sengaja mencari2 tim yang bisa kuidolakan. Awalnya aku tertarik dengan MU-masa-Beckham dan AC Milan-masa-belum-pada-jadi-om2-alias-masih-muda2 (sekarang AC Milan isinya dah pd jd om2 semua sih, zannen ne...).
Dibilang tertarik juga, aku waktu itu belum terlalu ngikuti pertandingan2 mereka sih, cuma pas aku nonton aja kebetulan mereka yang lagi maen, dan menurutku mereka bagus...baru waktu aku SMP kelas 2-3, aku menemukan idola baru, yang memang layak diidolakan: Barcelona (Spanyol). Bukan hanya karena di situ ada si pemain terbaik (pada waktu itu) Ronaldinho, tapi mereka memang bagus permainannya. Sejak itu, barulah aku mulai rajin ngikuti ajang yang namanya Liga Champion, yaitu tempat bertemunya liga2 di benua eropa untuk memperebutkan gelar juara yang--seperti kukatakan di posting sebelumnya--lebih seru untuk diikuti daripada piala dunia.

Jadilah pas kelas 3 SMP, aku njagoin Barcelona dan AC Milan untuk final liga champion. Pertandingan2 liga champion waktu itu bersamaan dengan hari2 ujian akhir, hingga finalnya tak lain dan tak bukan diadakan di malam UAN SMP hari terakhir. Apa? malam UAN kok malah nonton bola, bukannya belajar?! ha mbok ben.

Singkat cerita, waktu aku lagi ngefans2nya sama Barcelona, eh, mereka kalah sebelum melaju ke final!! Siapa yang mengalahkannya?
Ternyata salah satu tim raksasa dari Inggris: Liverpool.

Sebelumnya aku nggak tahu banyak soal Liverpool, kecuali si cepat Michael Owen pernah bermain di sana, sebelum akhirnya pindah ke tim-sok-keren-dumeh-kaya Real Madrid (Spanyol). Selain itu, aku nggak tahu apa2 lagi, kecuali kenyataan bahwa mereka baru saja mengalahkan Barcelona, yang favorit juara pada saat itu.

Setelah itu, Liverpool melaju dengan mulus sampai final, dimana AC Milan telah menanti. Kontan aja aku mendukung AC Milan, rada sebel ngedumel gara2 jagoku dikalahain sama Liverpool.
Akhirnya datang juga hari itu. Final Liga Champions. Disusul UAN beberapa jam kemudian.

Pertandingan berjalan seru. AC Milan sangat rajin dan telaten menggebrak pertahanan Liverpool yang cukup bagus. Usaha mereka tidak sia2, di babak pertama saja AC Milan sudah menang 3-0. Babak pertama lho. Artinya dalam 45 menit, mereka bisa membuahkan 3 gol; pencapaian yang luar biasa, mengingat ini final.
Aku jingkrak2 di gol mereka yang ketiga. Sambil mbatin, mungkin bisa kutinggal tidur...tapi tidak, itu bukan sikap bola mania sejati. Aku akan menonton pertandingan sampai selesai dan meyaksikan mereka mengangkat trofi kemenangan itu.

Nah masalah bermula saat babak kedua, dimana Liverpool menyusul 3-1.
Dengan kecepatan dan variasi serangan yang lebih heboh daripada AC Milan, mereka menggempur pertahanan AC Milan habis2an. Gol kedua pun menyusul.
Serangan mereka tak berhenti sampai di situ. Terus-menerus dan bertubi2, menjelang menit2 akhir masuklah gol ketiga yang spektakuler.

Hasil 3-3.

Damn, they were GREAT.
Dengan kekalahan 3-0, mereka berhasil MENYUSUL. Nggak sembarangan nyusul, permainan mereka bahkan lebih memukau.
Dan saat itu lah, ketika mereka yang kalah bukannya putus asa, namun tetap berjuang sekuat tenaga meraih hasil terbaik, aku jatuh cinta.

Aku jatuh cinta pada kegigihan mereka.
Aku jatuh cinta pada semangat mereka.
Aku jatuh cinta pada kedahsyatan permainan mereka.
dan aku jatuh cinta pada sang pemain tengah sekaligus kapten sekaligus kreator serangan mereka, Steven Gerrard (Inggris).

Kembali ke pertandingan. Karena final, hasil seri tidak bisa diterima. Perpanjangan waktu 15 menit x 2 pun dilakukan. 15 menit pertama, hasil nihil. Demikian pula dengan 15 menit kedua, sehingga pertandingan harus diselesaikan dengan cara paling tidak adil, penalti.
Aku benci penalti. Seakan2 kerja keras selama 90 menit+30 menit itu sama sekali tidak dihargai. Tapi apa boleh buat, mau apa lagi...masak karena menghindari penalti, dibuat peraturan baru, yaitu pelatih kedua tim harus adu kemampuan atau main catur...lebih aneh lagi, kan.

Aku sudah lupa siapa aja starter babak penalti, pokoknya setelah penantian panjang nan melelahkan (penaltinya bahkan berjalan lama karena hasilnya masih seri terus), akhirnya dipastikan Liverpool yang menjadi juara.

Mereka kalah 3-0, lalu menyusul hingga 3-3, berhasil mempertahankannya hingga merekalah yang memenangkannya.


Aku melihat sorak-sorai gegap gempita dari lautan merah pendukung Liverpool. Mereka melompat-lompat sambil bernyanyi, mengacungkan bendera, umbul2, dan syal merah bergambar logo Liverpool dan bertuliskan "You Will Never Walk Alone", semboyan Liverpool.
Para pemain pun berlarian bak kesurupan. Mereka berteriak2 gembira, saling memeluk dan menggendong, dan segala bentuk pelampiasan kegembiraan mereka.
Perayaan terus berlanjut selama beberapa menit, sebelum akhirnya penyerahan medali dan piala dilakukan.

AC Milan sebagai runner up maju lebih dulu untuk menerima medali mereka. Aku ikut sedih, tapi memang, kelengahan mereka sehingga skor berhasil tersusul itu tak bisa dimaafkan.
Setelah itu, tibalah saatnya sang juara menerima medali dan piala mereka. Wajah mereka luar biasa bahagia, terutama wajah sang kapten. Dia bermain luar biasa, dia patut menerimanya.
Begitu piala sudah di tangan, segera saja lautan merah di seluruh penjuru stadion bergerak liar, sorak-sorai memekakkan telinga, semua bangga, semua merayakannya.
Begitu pula aku, yang sedikit meneteskan air mata karena terharu.

Bagus. Bagus sekali. Salah satu pertandingan yang tak terlupakan.

Sejak itu, aku jadi penggemar Liverpool. Aku menyadari, Liverpool memiliki kekuatan untuk terus berjuang meski skornya tertinggal. Mereka sangat inspiratif. Kalah 3-0 dari Chelsea, mereka berhasil menyusul, bahkan melebihi, jadi 4-3 untuk Liverpool. Meskipun setelah itu kembali tersusul jadi 4-4, namun semangat mereka selalu berkenan di hati. Begitu pula saat mereka melawan juara bertahan Liga Inggris: MU. Semua orang menjagokan MU yang kokoh dan raksasa di puncak. Tapi apa yang terjadi? Liverpool menggilasnya 4-1.

Nggak salah pilih Liverpool sebagai idola.

Masalah datang belakangan, ketika striker Liverpool Fernando Torres dilanda cedera berkepanjangan dan tim kaya raya asal Spanyol Real Madrid membeli dua pemain inti Liverpool sekaligus. Mereka jadi terpuruk. Performa menurun, dan jarang mencetak skor. Semangat mereka tidak hilang, hanya saja ketajaman mereka merosot drastis.
Sungguh sangat sayang sekali.
Gara2 itu, aku jadi benci setengah mati sama Real Madrid, yang dengan semena-mena dan rakus membeli sekaligus 2 pemain inti tim kesayanganku itu. Mentang2 kaya, dia pikir bisa seenaknya sendiri. hih, nyebelin banget.

Tapi aku masih berharap pada kalian, Liverpool. Semoga kalian bisa bangkit kembali, dan sekali lagi menunjukkan semangat dan kegigihan kalian lewat permainan2 yang dahsyat khas kalian. Aku, dan banyak penggemar Liverpool lain, masih setia menunggu. "You will Never Walk Alone", dear.

Bagaimanapun, saat kalian memenangkan piala Liga Champions pada tahun 2005 itu, permainan kalian telah mengalihkan duniaku.




good night 'n sweet dream.