Mei 03, 2011

Menyukai dan Mengidolakan

Hello there,,

Apakah kau punya idola?
Nggak, nggak, jangan jawab nabi Muhammad atau ayahmu atau ibumu, maksudku adalah idola yang kau lihat di layar kaca atau layar-non-kaca seperti layar laptop, layar hape, layar tancep, dll.

Apa yang membuatmu menyukai mereka dan apa yang kau lakukan sebagai bentuk penghargaanmu, atau, katakanlah hal2 yang kau lakukan selaku fans mereka?

Rasanya aku jarang mengidolakan seseorang, atau sekelompok orang. Maksudku, seringkali saat aku menyukai sebuah band, misalnya, aku menyukai lagu2 mereka, mendengarkannya hampir setiap hari, namun aku tidak merasa perlu untuk mengetahui tentang mereka lebih jauh. Bisa jadi aku tidak tahu tempat tinggal mereka, status perkawinan mereka, atau apapun tentang profil dan, apalagi, kehidupan pribadi mereka. Well, lain halnya kalau idolaku itu orang yg sering masuk Insert atau Silet atau apapun, yang sayangnya bukan.

Sejauh ini, entah kenapa aku lebih mudah tertarik dengan aktor dan pemain sepak bola (luar negeri) daripada penyanyi atau (apalagi) anak boyband (baik itu Korea, Indonesia, Malaysia, atau manapun, pokoknya yang biasanya kerjaannya nyanyi sambil joget2 hebring).

Contohnya nih ya, aku suka Johnny Depp karena aktingnya di berbagai film yang menurutku bagus dan variatif. Dia sepertinya cocok menjadi apa saja. Aku menyukainya. Tapi aku tidak tertarik untuk mengetahui kehidupan pribadinya lebih lanjut.
Sama halnya dengan dua pemain sepak bola yang sangat kusukai belakangan ini: Kaka dan Oezil. Aku sangat sangat menikmati permainan mereka di lapangan, tapi sekali lagi, sama sekali tidak tergelitik untuk sekadar mencari tahu kapan hari ulang tahunnya.
Begitulah.

Sebagian besar teman2ku yang menyukai sesuatu sepertinya mengetahui seluk-beluk identitas idola mereka, bahkan sampai hal2 detail. Ada yang menganggap idolanya adalah suaminya, pacarnya, mantannya, atau bahkan pembantunya. Mereka lalu mengoleksi foto, video, video wawancara, dll yang bisa memenuhi harddisk space sampai puluhan giga.

Bagiku yang selalu menyukai segala sesuatu secara obyektif dan netral, hal itu menjadi sangat menarik. Mungkin itulah yang disebut dengan 'mengidolakan'. Mungkin yang selama ini kulakukan itu cuma sebatas 'menyukai', bukan 'ngefans'.
Kalo gitu caranya, berarti mungkin sampai kapanpun aku nggak bakalan mengidolakan sesuatu.

Yah, nggak masalah kan? Pada akhirnya ini cuma pemikiran random buat mengisi waktu luang.


Oh ya, ntar malam ada pertandingan antara dua klub raksasa Spanyol, penentuan finalis liga champion tahun ini: Barcelona VS Real Madrid.
Sebenarnya aku dukung Barca karena suka dengan gaya permainan timnya, tapi di Real Madrid ada Kaka dan Oezil, yang secara individu juga kusukai gaya permainannya. Jadi siapapun yang menang, terserah deh.

Sekian post gak penting kali ini.

Good night 'n sweet dream. =]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar